Tulisan 3

Adesti Dwi Suci

20214210

1EB31





PELUANG USAHA MENGELOLA
 SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK



PENDAHULUAN

Puji syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan berkatnya saya dapat menyelesaikan tulisan ini. Dalam tulisan ini saya akan membahas tentang mengubah sampah menjadi pupuk organik . Dalam tulisan ini saya menyadari bahwa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, tentu tugas tulisan ini tidak mungkin luput dari kekurangan. Mudah-mudahan tugas tulisan ini dapat diterima dengan baik. Dan semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Dan mampu menjadi bekal atau motivasi untuk kita semua. 
Sampah organik adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat, maka tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos).
 Kompos merupakan hasil pelapukan  bahan-bahan organik seperti daun-daunan,jerami,alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.


ISI

Sampah menjadi persoalan yang cukup serius bagi masyarakat terutama di wilayah perkotaan. Selama ini masyarakat membuang begitu saja sampah ke tempat-tempat sampah dan menyerahkan urusan selanjutnya kepada petugas kebersihan dan urusan selesai. Tetapi sesungguhnya permasalahan tidak selesai dampai di situ. Timbunan sampah di tempat pembuangan akhir menjadi problem tersendiri, problem kesehatan, pencemaran dan keindahan lingkungan. Seiring dengan perkembangan pertanian organik, sampah organik dapat diubah menjadi pupuk organik yang memiliki potensi mendatangkan keuntungan.
Peluang usaha pengolahan sampah organik ini cukup menjanjikan karena permintaannya  semakin meningkat seiring dengan trend pertanian organik yang makin diminati oleh masyarakat. Saat ini harga pupuk organik di pasaran saat ini berkisar Rp 1000 sampai Rp 2000, selain itu proses pengolahan sampah organik menjadi kompos tidaklah rumit dan dapat dilakukan pada skala rumah tangga maupun skala industri. Sehingga peluang Usaha pengolahan sampah organik menjadi sangat terbuka bagi siapa saja.  Keuntungan dari usaha pengolahan sampah organik tidak hanya dari  hasil berupa kompos, tetapi juga kebersihan lingkungan yang terjaga.
Secara kualitas sampah organik ternyata bisa menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi. Saat ini  setidaknya ada dua daerah yang telah cukup sukses menjadi Model bagi pengembangan program kompos dari sampah organik ini, yaitu Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta  dan Sragen Provinsi Jawa Tengah. Melalui kerjasama dengan Bank Danamon  berupa Program Danamon Peduli dua kabupaten itu telah melakukan pembangunan unit-unit pengolahan sampah di pasar tradisional yang ada di daerah masing-masing.
Program Danamon peduli sendiri berencana membangunkan percontohan kepada satu pasar tradisional di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang mempunyai komitmen tinggi dalam memecahkan masalah sampah untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan program ini dapat mengatasi problem kebersihan sampah yang dihadapi oleh pasar tradisional di satu sisi dan menghasilkan produk bernilai ekonomis di sisi yang lain. Satu unit pengelolaan kompos dapat mengolah 5 ton sampah organik menjadi 2 ton pupuk organik berkualitas tinggi, menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis, mengurangi beban TPA serta biaya pengelolaan sampah, menyerap 4 tenaga kerja, dan mencegah pemanasan global. Dengan demikian Program Pengelolaan sampah organik ini akan memberikan beberapa solusi permasalahan sekaligus.
Manfaat Pengolahan Sampah Organik
Manfaat Kompos yang telah diproduksi dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul pada bidang pertanian bawang. Kompos yang diproduksi dari pasar Bantul berhasil meningkatkan panen bawang merah di 17 hektar lahan berpasir Sanden, Bantul hingga 30% dan mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai 70%. Di tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Bantul telah mereplikasi program melalui dana APBD ini di pasar Imogiri dan pasar Niten. dengan demikian pengolahan sampah oraganik menjadi pupuk kompos telah mampu mendorong pertumbuhan ekomoni yang cukup significant dari berbagai aspek. Selain itu ada beberapa keuntungan lain yang bisa diperoleh yaitu:
  • Mereduksi sampah secara sistematis.
  • Membuka lapangan kerja baru karena tiap unit mampu menyerap 4-6 tenaga kerja.
  • Menambah penghasilan bagi komunitas pasar.
  •  Menyediakan pupuk organik berkualitas tinggi bagi petani dengan harga terjangkau.
  • Menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis.
  • Mengurangi beban pengelolaan sampah pemerintah daerah
  • Mencegah pemanasan global.
  • Mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional berbasiskan pertanian organik. 



PENUTUP

Demikian pembahasan yang saya sampaikan mengenai pembahasan tersebut, semoga dapat menambah wawasan kepada para pembaca. Saya sebagai penulis, menyadar banyak kekurangan dalam penulisan mengenai pembahasan tersebut. Dan semoga pembahasan tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca sekalian.

Dan bisa menjadi motivasi agar sampah-sampah yang tersisa bisa kita jadikan suatu bisnis yang menguntungkan dan memperoleh sesuatu yang berguna bagi masyarakat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar Bisnis Tugas minggu ke- 8

Tulisan 1

Tulisan 6